BreakingNews

Jelang Pilgub NTT 2018, “Apa Salah Benny K Harman ? “

Benny K. Harman 

JURNALTIMUR.COM,- Jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) NTT 2018, nama-nama bakal calon gubernur sudah mulai dibicarakan masyarakat, salah satu bakal calon Benny K Harman.


Kehadiran Benny K Harman yang juga politisi Partai Demokrat ini dalam hajatan pemilihan gubernur NTT bukan baru kali ini. Sudah dua kali Pilgub NTT, Benny K Harman selalu tidak absen mendapatkan "tiket" untuk "bertanding" dalam pemilihan.


Tahun 2008 saat dia  maju dalam pemilihan gubernur NTT, saat itu dia tidak mendapatkan parpol pendukung, Tahun 2013 kembali maju dan dapat parpol pendukung tapi kalah telak. Ada faktor penting dilihat,  saat minggu tenang dia dipanggil KPK terkait kasus simulator yang melibatkan jendral polisi Djoko Susilo. Sesuatu yang dia sendiri tidak terlibat di dalammnya. 


Pilgub 2018, hampir pasti dia akan maju. Berkaitan dengan itu, di tengah persiapan dan respon masyarakat atas kehadiran kembali Benny K. Harman dalam Pilgub nantinya, suara-suara sumbang tentang Benny K. Harman pun mulai berhembus. Bisa juga suara itu datang dari pesaing politiknya, tapi bisa pasti  datang dari para pengagumnya sendiri. 


Dalam suara-suara sumbang, mereka menjuluki Benny K Harman, sebagai politisi dengan spesialis calon.  Artinya sudah dua kali dan ditambah dengan pilgub kali ini Benny akan tetap  sebatas calon.


Tapi rupanya anggapan akan menjadi angin lalu manakala melihat  persiapan Benny K Harman untuk maju kali ini yang nota bene berbeda dengan pemilihan sebelumnya. Di tengah suara sumbang yang tengah menjadi-jadi, untuk ukuran persiapan ke kursi NTT 1 kali ini, boleh dibilang  Benny K. Harman jauh lebih siap. 


Sebut saja, dalam tiga bulan terakhir sudah beberapa kali Benny K. Harman  datang ke NTT menyambangi  masyarakatnya. Bahkan di hampir seluruh kabupaten/kota di NTT saat ini telah terbentuk Relawan  Benny K. Harman. 


Akankah setelah dua kali kalah, Benny akan mulus menduduki kursi nomor 1 NTT? Atau justru hanya membenarkan anggapan orang bahwa dia hanya sekadar calon? Apa salah Benny K Harman sehingga ia  terpental dalam pemilihan bahkan dalam persiapan pemilihan pun tak luput orang mencibirnya ?


Politisi NTT


Bukan berlebihan jika  nama Benny K Harman disebut identik dengan nama-nama besar politisi dari NTT. Barangkali juga saat ini dia lah satu-satunya tipikal politisi  NTT yang punya nama di Jakarta dengan track-record yang berbeda dengan politisi lainnya. Benny masuk dalam katagori politisi yang intelektual. 


Benny K Harman, dikenal tidak saja  piawai dalam adu argumentasi di setiap sidang-sidang parlemen, tapi juga seorang yang pandai berargumentasi melalui tulisan di berbagai media.  Dia politisi, tapi saat yang sama banyak juga yang menyebutnya seorang pakar hukum. Dengan kata lain, dia menikmati kegaduhan di ranah politik, tapi masih menyisahkan ruang sunyi untuk sebuah reflektif kritis. 


Benny K. Harman mengawali karirnya sebagai aktivis. Selepas Pendidikan S1 Hukum di Universitas Brawijaya Malang, dia memilih untuk menjadi aktivis. Di jajaran YLBHI Jakarta namanya tidak asing lagi bersama  Bambang Widjoyanto. Bersama mereka ada juga Teten Masduki dan Almarhum Munir yang datang belakangan. Nama-nama besar seperti Adnan Buyung Nasution dan Garuda Nusatara, adalah orang-orang yang bersama Benny ketika itu. 


Dari aktivis,  Benny kemudian terjun ke dunia wartawan. Di dunia ini dia juga memiliki nama karena sempat duduk dalam jajaran redaktur lebih khusus Litbang pada koran Media Indonesia. Benny melengkapi dirinya tidak saja sebagai aktivis, tapi juga wartawan dan peneliti. 


Memilih berada di jalur politik sebagai anggota DPR, Benny menambah satu sebutan lagi untuk dirinya yakni politisi. Dan terakhir, setelah meraih gelar doktor bidang hukum, lagi-lagi sebutan baru pun muncul yakni seorang pakar hukum. Untuk yang terakhir, pendapat Benny  selalu dinantikan untuk beberapa kasus hukum ketatanegaraan, 


Sebagai poltisi Senayan, sejak terpilihnya menjadi anggota DPR RI, dia  selalu diberi kepercayaan untuk duduk dalam jabatan  komisi dan pansus. Di partai politik yakni partai demokrat, dia juga sering disebut merupakan orang yang dekat dengan Cikeas  alias orang-orang kepercayaan ketua umum Soesilo Bambang Yudhoyono. Benny lahir  di Denge, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, 19 September 1962. 


Benny pernah menjadi Kepala Divisi Kajian Strategi YLBHI – Jakarta, Pendiri dan Direktur Pengkajian Strategis Perhinpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI) Jakarta, Pendiri dan Partner pada Kantor Hukum Nusantara, Harman dan & Partner (NHP), Pendiri dan Direktur Eksekutif Center for Information and Eonomic –Law Studies (CINLES),  Pendiri dan Anggota Badan Pekerja Lembaga Studi dan Advokasi Independen Peradilan (LEIP) dan  Pendiri Setara Intitute for Democracy and Peace


Benny untuk NTT 


Kiprah Benny K Harman menjawabi kerinduan masyarakat akan seorang tokoh masyarakat sekaligus politisi  yang dapat mempengaruhi keputusuan-keputusan penting di negeri ini, Bukan berlebihan jika kehadiran Benny di panggung nasional membawa ingatan akan hadirinya politisi NTT tempo dulu seperti Frans Seda, Ben Mangrengsay, Sentis Da Costa Prof Yohanes, dan yang kemudian Adrianus Moi. Atau  El-Tari, Lalamentik dan Ben Mboy.


Sekalipun belum mengecap kursi pemerintahan, track record Benny K Harman jelas. politisi yang intelektual dan selalu berada dalam titik-titik krusial yang menerpa negeri ini. 


Peran Benny K Harman kadang dinilai ambigu, karena  harus memanen kritikan dari pengaggumnya sendiri. Ucapan Benny kadang dinilai mengecewakan, lantaran ia lebih memilih posisinya sebagai intelektual ketimbang politisi. Ia lebih membela soal dari pada berpendapat hanya menyenangkan orang-orang tertentu.


Segudang pengalaman, dan cita-cita untuk kembali membangun NTT dari Benny K Harman,  memang tak mudah dibendung. Dia pernah berucap terhadap kekalahan di Pilgub sebelumnya, bahwa dia tidak menyesal atas kekalahannya, karena hal itu biasa dalam kompetisi. Tapi yang disesali adalah dia tidak memiliki kesempatan untuk membangun NTT. 


Sebagaimana Benny K. Harman yang selalu "ngotot" kembali ke NTT, sebenarnya figur semacam Benny K. Harman adalah figur yang perlu diperhitungkan untuk memimpin NTT saat ini. Persoalan bagaimana orang NTT, provinsi kelahirannya sendiri memberi tempat dan membuka mata hati akan kebutuhan pemimpin NTT lima tahun ke depan. 

Cara ini pun adalah cara Benny K Harman, yang dilontarkan dalam berbagai kesempatan saat bertemu masyarakat,  untuk tidak membicarakan pemimpin sebelum membicarakan tentang kebutuhan NTT saat ini. 

Menyambungkan Benny K Harman dengan NTT adalah menepis anggapan orang tentang Benny K Harman yang selalu mengambil posisi berjarak dengan lawan debatnya, dan menjelaskan mengapa dia memilih lebih dekat pada persoalan rakyat. Benny K. Harman memang tepat memimpin NTT, tapi masih perlu banyak orang yang mendorongnya. 

Bagaimana dengan partai dan jaringannya sendiri yang akan memuluskan dia ke Kursi NTT 1? Perlu ada keseriusan mengelola partai dan jaringan. Kembalinya Ketua DPD Partai Demokrat NTT Jefri Riwu Kore yang terpilih untuk Walikota Kupang diharapkan dapat memperlapang pembenahan internal partai demokrat di NTT. Sebab bagaimana pun Partai Demokrat termasuk partai yang besar dalam sejarah Indonesia era Reformasi. 

Benar, NTT membutuhkan figur-figur baru yang punya program yang menyentuh akar persoalan masyarakat. Namun program-program itu harus juga ditentukan oleh reputasi sang pemimpin. Operasi Nusa Hijau dan Operasi Nusa Makmur yang  dulu menjadi program utama dan hingga kini dikenang, hanya karena program itu datang dari seorang Ben Mboy yang berintegritas.

Tak perlu ada  pencitraan untuk Benny K. Harman.Karena dia sudah demikian terkenal.  Justru yang mesti ditonjolkan adalah memperkenalkan reputasinya dan memperbaiki hubungan dengan para aktor politik. Sementara mendekatkan diri ke masyarakat, sudah ia kerjakan selama ini. Benny tetap menjadi salah satu kandidat yang mesti diperhitungkan dalam menjawab kebutuhan NTT akan pemimpin lima tahun ke depan. (Benjamin Tukan

18 komentar:

  1. Saya usulkan Boni Hargens sebagai alternatif calon kursi 1 NTT di tengah kelesuan NTT yang identik dg kemiskinan dan keterbelakangan. Org2 tua cukup siap ntuk pensiun!

    BalasHapus
  2. NTT saat membutuhkan orang kerja yg visioner, dekat dng masyarakat, tinggal dan berjuang bersama mereka bukan tukang debat yg pandai beretorika dan artis layar kaca yg hny mendulang decak kagum sesaat namun setelah itu dililit kembali rantai kemiskinan.

    BalasHapus
  3. Ah ulasan yg terlalu panjang dan penuh retorika, yg kami kritis adalah soal kedekatan sgn SBY dan jabatan strategis di komisi iii, apa intervensi politik beliau yg berdampak pada perubahan di NTT ("perubahan", slogan yg selalu dipamerkan oleh relawannya)..????

    BalasHapus
  4. Ah ulasan yg terlalu panjang dan penuh retorika, yg kami kritis adalah soal kedekatan sgn SBY dan jabatan strategis di komisi iii, apa intervensi politik beliau yg berdampak pada perubahan di NTT ("perubahan", slogan yg selalu dipamerkan oleh relawannya)..????

    BalasHapus
  5. Terlepas dari kekurangan Pa Benny KH dan berbagai kritikan banyak Orang khususnya Masyarakat NTT sebagai rival politiknya, saya secara Pribadi sangat bangga dengan beliau, dari pada banyak Politisi NTT yang ada di senayan, tetapi mereka seakan-akan tidak ada... apa kah komptensi mereka tidak mumpuni atau keberanian mereka terlumpuhkan oleh Jebakan Pragmatisme yang Akut...
    Mantap Bang Benny KH. Semoga Tuhan Memberkati. Amin.

    BalasHapus
  6. Saya ingin tahu selama pak Beny KH jadi anggota DPR RI beberapa periode kira-kira perubahan apa yg telah dirasakan oleh rakyat Manggarai terutama kampung Denge, Satarmese sebagai kampung kelahiranya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anda harus paham fungsi kerja DPRI. Knpa anda tdk minta di kepala daerah???

      Hapus
  7. Kalau BKH dari sisi kompetensi ilmu tidak perlu diragukan. Hanya mungkin kedekatan dan cara komunikasi dgn rakyat agak jadi penghambat. Justru disini yang sangat krusial.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita jgn hax pintar mengkritik tp kita harus paham fungsi kerja bliau di bidang komisi III.

      Hapus
  8. Kiprahnya di DPR membuktikan kualitasnya. Masih ada yang percaya? Kasihan rakyat NTT jika jatuh dalam kesalahan yang sama, memilih pemimpin yang pintar bicara, bukan pintar melayani

    BalasHapus
  9. Kami sangat kagum dn sangat merindukan kehadiran Bpk BKH utk mnjadi garda terdepan membawa NTT yg lebih makmur dan bermartabat.Untuk itu kmi siap memback up bliau di pilgub 2018 nanti. Sebagai representasi dukungan kami terhadap bliau kmi sdh membentuk tim relawan BKH.
    Sukses pak BKH

    BalasHapus
  10. Itulah indahnya hidup ini ada yg baik dan ada yg buruk.ketika kita sdh menjadi org yg terkenal pasti yg jelek pun di komentari. Memang org NTT tidak akan maju krn tensi politik lebih besar. Di kampung2,kota2 bicara tentang politik.coba dong sekali2 kluar daerah. Apakah org2 di kota besar masih sibuk dgn politik? Pertanyaan yg tidak berbobot menurut saya adalah pertanyaan mengenai "apa yg sudah dibuat utk daerah? Itu pertanyaan sdh sejak jaman sy masih SD dan skrg masih sy dengar....tlg dong tanya yg lain jgn hanya bertanya hanya utk mnjatuhkan figur yg ingin maju....

    BalasHapus
  11. BKH dalam ingatan saya merupakan tokoh nasional yg memiliki kemampuan yg luar biasa, tentux dari kemampuan itu tdk diragukan lagi dlm kanca politik nasional, saya hanya mengatakan BKH biarlah tetap menjadi politisi nasional jadi tdk perlu lagi maju dlm pilgub NTT, Lagi pula BKH merupakan politisi yg paling getol dengan supremasi hukum dan ahli dalam ketatanegaraan, BKH juga serius dalam mendukung pelaku korupsi dihukum seberat beratnya. sehingga demikian BKH tidak mesti turun lagi untuk menjadi calon NTT 1, ketika BKH kembali kampung siapa yg mengkritisi kebijakan publik pemerintah. salam demokrasi tampa permusuhan. Merdeka

    BalasHapus
  12. Ada rindu untukmu pak BKH, sy sangat sangat bangga ketika orang hebat seperti Bapak tdak pernah bosan untuk berjuang yang walaupun pernah gagal dua kali dalam kontestasi pesta demokrasi yang sama...tapi semangat juaang Bapak patut kita aapresiasi, terlepas dari Bapak puxa integritas yang sangat luar biasa bahkan dikanca nasionalpun Ide yang Bapak lontarkan sangat cemerlang,namun dengan kesederhanaanlah yang keliatanya sangat disukai oleh orang NTT, Artinya masyarakat NTT, TDK butuh orang yang pintar HUKUM tapi NTT untuk saat ini BUTUH Orang yang birokrasi nilai 100, untuk mengatasi masalah sosial yang ada.

    BalasHapus
  13. TAPI APAUN HAMBATAN PAK BKH HARUS PIMPIN NTT.
    SANGGEN TAUNG TOMBO DAAT DATA KRAENG TUA, WAE LAU SI LESO SALE,, ITE KALI GA NAI CA ANGGI TUKA CA LELENG KUDUT NGAJI KAMPING SENGAJI BATE JARI AGU DEDEK,PORONG NEKA KOAS NEHO KOTA AGU NEKA BEHAS NEHO KENA, HOO TAUNG ITE SANGGEN LAWA NTT..... PAK BKH TETAP SEMANGAT.....

    BalasHapus
  14. Benny berhak untuk maju tetapi untuk saya orang muda seperti Victor Laiskodat atau Bonnie Hargens mungkin lebih cocok untuk NTT

    BalasHapus
  15. Maaf pak Benny Harman sudah dua kali calon dan gagal dan dalam sejarahnya di NTT saya pernah datang dan menyampaikan permohonan untuk membantu biaya pendidikan namun tidak memberikan solusinya , saya lebih prefer bung Andri Garu Anggota DPD asal Manggarai , muda energik , pintar dan sangat bisa bersosialisasi dengan semua lapisan ..

    BalasHapus