BreakingNews

Proyek Pembangunan Ruang Tunggu Pelabuhan Ipi Dinyatakan Bermasalah

Proyek Tembok Penopang Air Laut di Pelabuhan Ipi Ende. 

JURNALTIMUR.COM,- Proyek pembangunan terminal penumpang Pelabuhan  Ipi Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT),  dinyatakan bermasalah oleh Komisi II DPRD Kabupaten Ende lantaran pembangunan tembok penopang laut ditemukan menggunakan air laut dalam mencampur semen dan pasir dan juga belum ditemukan papan informasi nama kontraktor.


Saat melakukan inpeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek pembangunan di Pelabuhan Ipi Ende hari ini Selasa (23/08/2017) anggota DPRD Kabupaten Ende diantaranya, Yohanes Pella SH, Oktavianus Moa Mesi ST dan Ir. Ambrosius Reda menemukan air di drum yang berisi air laut yang baru ditimba dari pantai dengan barang bukti ember yang diikat tali dan campuran batu, semen dan pasir yang telah disusun dalam bentuk fondasi tanggul sekitar 100 m.


Anggota DPRD dari Fraksi Golkar, Yohanes Pella dalam kesempatan ini menyampaikan hasil temuan di lapangan berupa tiga drum air asin bersama satu ember timba bertali dengan belum dipasangnya papan nama proyek terkait dimulainya pengerjaan proyek tersebut namun pihak kontraktor PT Wahana Karunia Nusa mengelak temuan. Dia berkelit dengan berbagai argumentasi yang membuat dirinya terjbak dalam rana pembohongan.


"Sudah ada bukti yang kita temukan di lapangan tapi dia masih berkelit juga padahal dalam spesifikasi teknik campuran beton atau pekerjaan lainnya tidak diperbolehkan menggunakan air yang mengandung zat garam" kata Pella.


Pella menambahkan dengan ditemukannya bukti-bukti tersebut pihak kontraktor diperintahkan untuk tidak melanjutkan dulu pekerjaan yang dinilainya merugikan masyarakat Ende sampai menyelesaikan persoalan itu terdahulu.


"Informasi ini berawal dari laporan masyarakat terkait campuran semen dengan menggunakan air laut sehingga DPRD sebagai lembaga pengontrol setiap pembangunan disini segera menindaklanjuti laporan itu dan ternyata benar adanya. Kami minta pihak kontraktor menghentikan dulu aktivitas pengerjaannya sampai menyelesaikan dulu persoalan ini sehingga masyarakat jangan dirugikan karena pembangunan proyek ini" timpalnya.


Sidak Anggota DPRD Ende di Pelabuhan Ipi Ende 
Hal senada juga diungkapkan oleh Oktavianus Moa Mesi yang mengatakan PT Wahana Karunia Nusa telah menyalahi prosedur pengerjaan proyek tembok penahan ombak karena pekerjaannya menggunakan air laut untuk mencampur semen.


“Saya sudah cek campuran yang telah di pasang di pinggiran pantai itu. Campuran itu mudah lepas dan tidak rekat. Jika hal ini dibiarkan maka masyarakat Ende akan sangat dirugikan akibat pengerjaan proyek yang asal jadi ini. Sebagai wakil rakyat kami akan memanggil PT. Pelindo selaku pemilik proyek tersebut dan PT.WKN sebagai kontraktor pelaksana pengerjaannya” tegas Vian.


Moa Mesi menambahkan jika pihak kontraktor bersikeras tetap melanjutkan pekerjaan dan tidak membongkar tembok penopang yang telah dikerjakan itu maka pihaknya akan merekomendasikan kepada pihak berwajib untuk memeriksa rekanan yang mengerjakan pekerjaan proyek ini.


"Proyek ini harus dihentikan dulu pekerjaannya kalau tidak maka kami akan merekomendasikan kepada pihak berwajib untuk memeriksa rekanan agar pekerjaan lanjutannya tidak merugikan negara" lanjutnya.


Pihak kontraktor yang bertanggungjawab terhadap pekerjaan itu, Rio Mahendara, mengakui pengerjaan proyek talut tersebut memang awalnya menggunakan air tawar karena jaraknya sangat jauh maka pekerja mencoba menggunakan air laut untuk mencampuri  material pasir dan semen.


Namun Rio berjanji akan membongkar lagi talut tersebut dan tidak akan mengulangi lagi karena pihaknya akan segera membangun resorvoar dan mengintalasi pipa untuk memenuhi kebutuhan akan air tawar dalam kegiatan pembangunan tersebut.



"Kami mengakui kekeliruan ini dan kami akan segera membongkar dan membuat yang baru yang sesuai dengan bestek yang ada" katanya. (welano)

Tidak ada komentar