BreakingNews

Ternyata OMK di Pedalaman Flores Bisa Menggagasi Forum Ekonomi Kreatif

JURNALTIMUR.COM---Walaupun berada di pedalaman, jauh dari Kota Larantuka, Flores Timur, bukan berarti  Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Herman Yoseph Belogili mati gaya. Tepatnya di Stasi Karawutung, kawanan orang muda Katolik itu seolah-olah sedang mematahkan streotipe sosial terhadap mereka sebagai “orang gunung.”

Tampak Viktor Mado Wutun SH (kiri-coklat), Ignasius Ero Ama
(kanan-putih) dan Hans Kelen SE (tengah)   

Pasalnya, OMK di luar lingkaran kota itu belajar mengkonstruksi pengaruh lewat seminar yang bertemakan "Membangun Kemandirian Kaum Muda dan Meningkatkan Kemampuan Manajemen Pemerintah Desa dalam Membangun Lewo Tanah.” Seminar ini dilaksanakan, Sabtu, (11/9/17)  di desa Lewobunga, Flores Timur, NTT. 

Hadir sebagai Keynote Speaker pada seminar dimaksud Mantan Wakil Bupati Lembata Viktor Mado Watun SH dan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Flores Timur Ignasius Ero Ama Sedangkan Kepala Sekolah SMP Negeri Tanjung Bunga III, Hans Kelen didaulat sebagai moderator. 

Sebagai mantan wakil bupati, Viktor Mado Watun memotivasi kaum muda untuk membangun kemandirian. "OMK harus mampu ciptakan spirit sebagai motivasi diri dalam dunia usaha maupun pendidikkan. Kalau sekolah harus bisa sampai ke jenjang tertinggi minimal sarjana. Jadi petani, harus profesioanal, jadilah petani produktif bukan konsumtif," tandas  Viktor.

Lanjutnya, Orang Muda Katolik adalah sebuah posisi yang sangat strategis karena mempunyai peluang besar untuk bertindak sebagai agen pembaharuan.

Dalam seminar yang dimoderatori Hans Kelen itu juga, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Ignasius Ero Ama, menitikbertakan pada Revolusi Mental yang menjadi visi pemerintahan Presiden Joko Widodo. “Revolusi mental harus mulai dari desa, agar bisa menjadi modal dalam membangun dan menata hidup yang lebih baik,” ungkap Ignasius Ero Ama.

Kepada OMK, Ignas mengharapkan agar ambil bagian dalam pembangunan desa. “Itu Kepala Desa harus memberi ruang kepada OMK untuk terlibat sebagai agen perubahan,” tutur Ignas.

Tidak hanya para narasumber itu, Camat Tanjung Bunga, Raymond Piran mengajak OMK untuk menjadi promotor pariwisata di Kecamatan Tanjung Bunga.

“Tanjung Bunga memiliki  berbagai potensi wisata, baik wisata alam seperti Danau Waibelen dengan sejarah yang menarik serta sejumlah rumah pohon yang tengah gencar dipromosikan,” jelas Raymond. Selain itu Camat Tanjung Bunga ini juga menyebut pesona wisata lain seperti pantai Kwuta, Kopong Dei dan Teluk Kelambu sebagai pelabuhan alami.

Peristiwa ini menjadi luar biasa, karena walaupun tidak didaulat sebagai narasumber, Pastor Paroki Belogili, Romo Paskalis Hurek Pr dan Pastor rekannya, Romo Lukas Lile Masan Pr tetap setia berdialektika dalam seminar itu demi menemukan inspirasi dan metode memajukan kebaikan bersama.  (MR)


Tidak ada komentar