BreakingNews

Di Ende: Operasi Pekat, Jaring Puluhan Pasangan Bermasalah

JURNALTIMUR.COM. Operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dilaksanakan tim gabungan dari Dinas Satpol PP, pihak kelurahan dan aparat Kamtibmas dalam 2 hari mampu menjaring puluhan pasangan yang dianggap bermasalah karena tidak memiliki surat nikah dan identitas kependudukan lainnya. 


Operasi yang ditargetkan pada kos-kosan yang berada di wilayah Kelurahan Paupire pada Jumat (20/10) dan Kelurahan Onekore pada Sabtu (21/10/2017) dilakukan untuk penertiban terhadap kos-kosan dan para penghuni karena sesuai laporan masyarakat dan penegakan Perda no 15 tahun 1989 tentang pemberian izin penyelenggaraan asrama atau pemondokan yang ada di Kabupaten Ende disamping Perda no 4 tahun 2014 tentang perubahan atas Perda no 7 tahun 2011 tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan dan juga Keputusan Bupati Ende no 158 tahun 2001 tentang pelaksanaan Perda no 5 tahun 2001 tentang penertiban tempat atau perbuatan-perbuatan pelacuran.


Ilustrasi
"Jadi kita melaksanakan operasi ini sesuai dengan aturan yang berlaku dan laporan masyarakat yang resah akan prilaku kehidupan anak-anak kos yang ada di Ende" kata Fransiskus Pili, Kabid Penegak Produk Hukum Daerah Dinas Pol PP Kabupaten Ende.


Kabid Pili menambahkan jika diketahui tidak memiliki identitas yang jelas maka akan ditangkap dan diangkut untuk dibawa ke Kantor Sat Pol PP untuk diambil keterangan dan diberikan pembinaan.


“Mereka yang ikut terjaring ini akan kita ambil keterangannya dan akan kita bina agar sesegera mungkin melaporkan diri di RT/RW untuk mendapatkan keterangan kependudukan dan surat-surat lainnya" jelas Pili di kantornya.


Sementara itu pada operasi pekat malam kedua yang berlangsung di Kelurahan Onekore,  hampir setiap kos yang menjadi target operasi penertiban hanya ditemui penghuni kos campuran laki-laki dan perempuan dengan pemilik kos yang tinggal berpisah dengan anak kos.


"Kemungkinan informasi operasi ini sudah tercium penghuni maupun pengelola sehingga terkesan sepi" tambahnya.

Pantauan Jurnaltimur,  operasi gabungan yang digelar malam minggu ini tidak seperti malam terdahulu yang menemukan pelajar atau mahasiswa yang tertangkap basah berduaan lawan jenis di kamar kos namun para penghuni tetap diberi arahan Kabid Penegak Hukum Daerah Kabupaten Ende untuk memberitahukan ke pemilik kos terkait informasi tersebut.


"Kami menitipkan pesan kepada pemilik melalui penghuni kos terkait izin bagi penghuni kos agar tidak tinggal campur laki-laki dengan perempuan" tutupnya. (welano)

Tidak ada komentar