BreakingNews

Dikasari Debt Collector Bank Sinar Mas, Alex Joang Lapor Polisi



JURNALTIMUR.COM. Gara-gara mengeluarkan kata-kata tidak sopan dan bernada mengancam, beberapa debt collector Bank Sinar Mas Multi Finance diadukan Alex Joang Sina ke Polres Ende pada Kamis 12 Oktober 2017 lalu.


Alex Joang saat ditemui  JurnalTimur di kediamannya hari Minggu sore (15/10) membenarkan adanya laporan yang dilayangkannya ke Polres Ende atas perbuatan tidak menyenangkan dan tindakan mengancam yang dilakukan beberapa oknum debt collector Bank Sinar Mas Multi Finance atas diri dan keluarganya  pada Kamis pagi.


Alex yang mendapat surat tanda bukti laporannya bernomor: STBL/153/X/2017/Res. Ende menceritakan kronologi pengancaman yang berawal dari beberapa debt collector Bank Sinar Mas Multi Finance yang mendatangi rumahnya sekitar pukul 08.30 WITa pada Kamis (12/10) lalu dengan maksud menarik motor Vixon milik salah seorang nasabah bank Sinar Mas yang dititipkan kepadanya.


Alex Joang Sina saat melaporkan kasusnya di Polres Ende
"Motornya saya simpan di gudang karena pemilik motor itu menitipkan kepada saya setelah dia pinjam uang saya. Saya bukan nasabah bank Sinar Mas dan saya tidak pernah pinjam uang disana. Jadi tidak ada urusan antara saya dengan bank Sinar Mas" kata Alex


Merasa argumennya tidak bisa diterima dengan logika, para debt collector  mulai mengintimidasi Alex dan keluarganya dengan tuduhan sebagai penadah dan mengancam akan melaporkan Alex ke polisi.


"Silahkan anda lapor polisi dan saya tidak pernah takut dengan laporan anda" tuturnya.


Usai kejadian itu Alex dan istrinya mendatangi Mapolres Ende melaporkan para debt collector Bank Sinar Mas Multi Finance ke Polres Ende atas tindakan perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan terhadapnya dan pengancaman tersebut.


Menanggapi persoalan tersebut Sekretaris Jendral Pusat Kajian dan Advokasi Masyarakat (PUSAM) Indonesia, Oscar Vigator Wolo saat ditemui Jurnal Timur.com mengatakan, bank Sinar Mas Multi Finance seharusnya profesional dalam melaksanakan tugas eksekusi di lapangan sehingga nasabah tidak merasa kecewa dengan pelayanannya.


"Tidak dibenarkan lembaga keuangan seperti Bank Sinar Mas melakukan pemaksaan terhadap nasabah apalagi terhadap orang yang bukan nasabahnya. Bekerjalah secara profesional" kata Vigator.


Vigator menambahkan lembaga keuangan atau bank manapun tidak diperbolehkan melakukan intimidasi terhadap nasabah atau masyarakat biasa karena nasabah atau masyarakat biasa juga memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan hukum.


"Jika ada nasabah atau masyarakat diperlakukan kasar atau diintimidasi oleh bank atau lembaga keuangan tertentu, laporkan saja kepada polisi" tambahnya.


Terkait kasus Alex Joang Sina, Oscar Vigator berharap aparat kepolisian menanggapi secara serius laporan tersebut agar diselesaikan secara transparan sehingga dapat memberikan efek jera terhadap Bank Sinar Mas Multi Finance.


"Intinya masyarakat tidak boleh dipaksa atau diintimidasi oleh bank atau lembaga keuangan mana pun. Dan Alex Joang Sina adalah salah satu korban pemaksaan dan pengancaman oleh debt collector Bank Sinar Mas sehingga wajar dia lapor polisi. Saya harap polisi dapat menangani kasus ini sampai tuntas" tutupnya. (welano)

Tidak ada komentar