BreakingNews

Kopi Krampoel : Kopi Tanpa Gula Menginspirasikan Narasi di Dinding

JURNALTIMUR.COM---“Ada kopi tanpa gula, di sini. Tetapi tidak pahit. Ini sesuatu yang tidak biasa.Dan jujur, kami mempunyai filosofi, kopi itu gak pahit.” Begitulah pria asal Kudus, bernama Dodo (33), menuturkan karakter unik menyeruput kopi di kedai kopinya.

Sambil menunggu saatnya ngupi-ngupi, saya mengarahkan mata ke sebuah sudut. Di situ, saya melihat kopi diracik oleh pria berambut hampir sebahu itu. Tak lama berselang, pria pemilik kedai kopi dan warung soto itu, menyambangi para penyuka kopi dan menuangkan air panas dari cerek aluminium ke cangkir, secara pelan-pelan.
Kopi Krampoel

Sambil menuangkan air, Dodo begitulah ia disapa, menunjukkan wajah penuh senyum dan menyapa semua yang dating dengan suara yang khas. Sementara itu, para penyuka kopi, menatap cangkirnya yang sudah berisi bubuk kopi yang mulai mengapung itu, dengan wajah berseri bercampur penasaran akan rasa kopi itu.

Tampilan bui-bui pada permukaan apungan kopi itu pun beragam warna. Ada yang berwarna hitam. Ada yang berwarna coklat sedikit kekuning-kuningan.

 “Ternyata, tekhnik menuangkan air panas ke cangkir pun terhitung unik, dan mempunyai nilai seni,” ujar seorang penyuka kopi, Yunita.

Melihat proses itu, saya pun terus menatap ke dinding putih kedai itu. Ternyata dinding itu berisi coretan dan beragam narasi dan gambar yang berisi pesan dan testimoni para pengunjung.

“Kopi tak sepahit, ucapan mantan,” tulis seorang pengunjung di dinding itu. Pengunjung lain lagi menulis di dinding demikian, “krampoel connecting people.”

Lantas, seorang musisi, bernama Agus, yang menjadi pelanggan kopi krampoel menulis testimoninya secara unik karena menggambarkan sebuah truk tanki yang berisi kopi 5000 liter. “Tanki LPG sama bensin itu biasa. Tapi kalau isi kopi?...” tulis Agus.

Begitulah situasi di kopi Krampoel, Ketapang, Jakarta Pusat. Sambil memainkan senduk pada apungan kopi, Dodo menyebut krampoel berarti melayang-melayang atau terapung.


“Datanglah ke sini, karena di sini lah yang diminum adalah kopi asli bukan turunan,”ujar Dodo lagi sepekan lalu, Minggu 17 Desember 2017.

Di sini, ternyata ada kopi atulintang, black gayo robusta, gayo blend, gayo wine, kopi mandailing, lintong, robusta sidikalang, robusta jagoan, priangan kasuga, soenda karaohoen, natural garabay, sindoro honey, ijn raung, java papricana, bali kintamani, toraja sapan, toraja pulu pulu, toraja honey, flores bajawa, papua wamena dan luwak papua.  (Fadli) bersambung

Tidak ada komentar