BreakingNews

Gerakan Literasi CRC Menembus ke Perbatasan Indonesia-Papua New Guinea


JURNALTIMUR.COM—Ternyata gerakan literasi Cendrawasih Reading Center (CRC) tidak sekedar nama. Pasalnya, gerakan yang digagas oleh orang muda ini melakukan bakti bangsa di SD dan SMP Negeri Mosso. Sekolah ini bertempat di perbatasan Indonesia - Papua New Guinea, tepatnya di Kp. Mosso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Rabu, (14/3/2018) siang.

Dirrektur Utama Michael Jhon Yarisetouw yang merupakan tokoh pemuda asal Papua merasa memiliki tanggung jawab atas kondisi ruang dan tata pengajaran pendidikan yang masih kurang memadai. Sehingga dampaknya masih banyak peserta didik yang belum bisa membaca dan menulis.

suasana gerakan literasi
Selain motivasi kepada peserta didik para penggiat literasi tersebut pun menyumbangkan ratusan buku agar minat baca semakin tinggi sehingga dapat mengatasi masalah di sekolah ujung timur Indonesia tersebut.

Michael, sapaan akrabnya, saat dimintai keterangan jurnaltimur.com, mengatakan bahwa melalui gerakan ini, CRCmenunjukkan komitmennya untuk terus memperhatikan anak-anak di atas tanah Papua agar menjadi pemimpin bangsa yang hebat dan pintar serta peduli akan orang yang tidak mampu.

“Dengan kegiatan seperti ini kita jadikan sebagai rutinitas dan tanggung jawab setiap insan di tanah papua untuk dapat saling peduli terhadap sesama. Apalagi khusunya adik adik yang harus selalu diberikan motivasi agar terus memiliki semangat belajar. Karena, mereka memiliki potensi yang harus diperhatikan dan dibimbing agar mereka dapat memanfaatkan ilmunya dan menjadi pemimpin bangsa kedepannya,.” tandasnya.

“Kegiatan sosial tadi, kami membagikan ratusan buku yang didapat dari semua kalangan yang peduli akan pendidikan papua. Juga kami pun hari ini secara spesial membagiakan bingkisan berupa makanan ringan atau jajanan yang sehat pastinya di sukai adik adik,” imbuhnya.

Dalam kondisi seperti itu, Michael berharap baik pemerintah kota maupun provinsi agar terus memperhatikan secara khusus di sektor pendidikan. “Sebab pendidikan harus dijadikan hal prioritas yang utama untuk merawat SDM di tanah Papua,” harap Michael.

Masih ditempat yang sama, Hasyemi Faqihudin Koordinator Wilayah DKI Jakarta Perhimpunan Mahasiswa Pemuda AKARTAPURA (Aceh Jakarta Jayapura) mengatakan, sangat mengapresiasi langkah mulia yang dilakukan pemuda CRC. Sebab menurutnya dalam video yang terseber viral di media sosial berdurasi 1 menit bahwa presiden bukan dari orang jawa saja, namun memastikan ada dan harus yakin orang asli Papua harus ada menjadi presiden Indonesia kedepannya.

suasana lain gerakan literasi
Saat dimintai keterangan ia menjelaskan, tentu sikap optimistis harus dibangun secara dasar, sehingga lambat laun akan memiliki langkah yang tepat. Intinya kerja keras, kerja cerdas.

“Kerja keras, kerja cerdas dan membangun sikap optimis dari dasar untuk membangun karakter anak anak lebih mantap lagi,” ujarnya saat di hubungi via sellular.

Manggaprouw, salah satu tenaga pengajar mengaku mendapat kesulitan dalam proses pendidikan, namun ia tetap optimis situasi ini akan membaik di kemudian hari.

“Saya ucapkan kepada CRC yang telah peduli akan peserta didik dan kondisi SD - SMP Musso. Dalam hal ini dalam segi fasilitas dan tenaga pengajar kami terus menerima dengan senang hati saran baiknya yang sama sama kita majukan pendidikan di tanah papua. Harapan saya semoga pemerintah pun memperhatikan atas kondisi sekolah dan murid di sekolah ini,” ucap guru tersebut. (Maya/sye) .


Tidak ada komentar