BreakingNews

Dokter Hyron Fernandez Daftar Calon DPD RI

JURNALTIMUR.COM,-  Salah satu putra terbaik dan berprestasi asal Larantuka- Lamaholot  Provinsi Nusa Tenggara Timur  Dr. dr. Hyronimus Agustinus Fernandez, M.Kes  atau biasa disapa Dokter Hyron resmi mendaftarkan diri sebagai calon anggota Dewan Perwakikan Daerah (DPD) RI untuk daerah pemilihan  (Dapil) Nusa Tenggara Timur ke KPU Provinsi NTT di Kupang , Kamis (26/4/2018).


Dokter Hyron Fernandez
Dihubungi JurnalTimur dari Jakarta ke Kupang, Jumat 27 April 2018, Dokter Hyron menyatakan kesiapannya untuk mewakili masyarakat NTT untuk duduk di Dewan Perwakilan Daerah di Senayan. Namun dia mengaku untuk menuju Senayan, masih banyak hal yang perlu dikerjakan antara lain melewati verifikasi KPU untuk menjadi calon tetap, dan kemudian melakukan konsolidasi dengan warga di kabupaten-kabupaten.


“Kami sudah melakukan pendaftaran di KPU Provinsi pada hari terakhir pendaftaran. Selanjutnya harus melewati verifikasi  KPU untuk dinyatakan sebagai calon tetap. Tapi itu mekanisme formal yang harus dilalalui. Yang lebih penting juga adalah membangun komunikasi dengan warga untuk menyatakan bahwa kami hendak maju mewakili warga NTT di senayan,” kata Dokter Hyron yang juga mantan kepala rumah sakit Lewoleba Lembata dan kepala rumah sakit Larantuka Flotim ini.


Alumni Syuradikara Ende dan Universitas Gadjah Mada ini mengaku dirinya sangat mengenal provinsi NTT karena tidak saja sebagai kepala rumah sakit di Lewoleba dan Larantuka, tapi sejak mengenyam pendidikan ia sudah keluar Larantuka yakni melanjutkan SMA di Syuradikara Ende, dan selama mahasiswa di Jogja ia telah bergaul dan mengenal masyarakat NTT melalaui kegiatan di  Senat Mahasiswa, anggota Badan Perwakilan Mahasiswa, anggota PMKRI, dan  aktivis Keluarga Mahasiswa Kristiani.


Saat tidak lagi menjadi kepala rumah sakit, ia menduduki jabatan sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Politik dan Pemerintahan, Sekretaris/PLH Kepala Bappeda Provinsi NTT, dan Widyaiswara Ahli Madya yang membuatnya dapat berada dan berkomunikasi dengan warga NTT di setiap kabupaten.


Pengalaman bekerja bersama rakyat NTT ini menurutnya menjadi kekuatan untuk memutuskan terjun dalam kancah politik menjadi anggota DPD.


 “NTT itu terdiri dari beragam suku yang tinggal terpisah lautan. Masing-masing daerah memiliki keunggulan sekaligus permasalahan yang berbeda-beda. Jika kesehatan identic dengan pekerjaan saya, maka berbagai pekerjaan dilakukan itu, kemudian harus diperjuangkan lagi di tingkat nasional. NTT butuh penyalur aspirasi di tingkat nasional yang mengerti kondisi masyarakat NTT. Dan kami akan berusaha memperjuangkan itu  sebagaimana yang telah kami lakukan,” terang staf pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Kedokteran serta Program Pendidikan Pascasarjana Universitas Nusa Cendana.


Dokter Hyron, kelahiran Larantuka, 19 Januari 1958,  aktif di  Lembaga Swadaya Masyarakat yaitu “Yayasan Bina Sejahtera” yang didirikannya tahun 1987 dan “Yayasan Mitra Sejahtera” tahun 1993. Selain Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Provinsi NTT sejak tahun 2008 dan Tenaga Ahli pada Sector Program Health (SPH), sebagai warga Gereja Katolik dia  terlibat dan menjadi koordinator Marriage Encounter Keuskupan Agung Kupang. 


Ia mendapatkan penghargaan sebagai dokter Puskesmas teladan, lulus Cum Laude pada program studi magister administrasi dan kebijakan kesehatan Universitas Airlangga, di puncak kariernya dianugerahi penghargaan Satya Lencana Karya Satya 30 tahun berkarya dari Presiden Jokowi (2015) dan penghargaan yang sama dari Presiden SBY untuk 20 tahun berkarya. (BN)


Tidak ada komentar