BreakingNews

Debat Capres : Akbar Tanjung “Biarkan Perdebatan Berjalan Secara Alamiah”.



JURNALTIMUR.COM,- Politisi Partai Golkar Akbar Tanjung berkomentar tentang debat Capres dan Cawapres pada Pemilu 2019. Menurutnya, lebih baik perdebatan Capres-Cawapres berjalan secara alamiah dan tidak perlu diatur-atur. Sebab, setiap Presiden harus siap menjawabi setiap pertanyaan apapun bentuk pertanyaan itu.



“Biarkan pedebatan itu berjalan secara alamiah. Tidak bisa diatur-atur dengan pertanyaan yang disiapkan. Masalahnya,  setiap capres dan cawapres harus siap menjawab setiap pertanyaan apapaun pertanyaan itu,” kata Akbar Tanjung kepada awak media usai menjadi pembicara kunci dalam kegiatan “Pemantapan Ideologi Kebangsaan dan Kepartaian Bagi Fungsionaris Partai dan Masyarakat Umum”, yang diselenggarakan oleh Partai Golkar, di Jakarta, Sabtu (12/1/2019).



Menurut Akbar, sebagai pemimpin, setiap saat harus siap untuk menjawab pertanyaaan dan  menjelaskan apa yang sedang dan akan dilakukan. “Kita harus siap bila ditanya. untuk mejelaskan apa yang kita lakukan sebagai pemimpin,” kata Akbar.



Terkait dengan upaya memenangkan pemilihan presiden, menurut Akbar, yang paling efektif dilakukan adalah para tokoh-tokoh partai  betul-betul memperkuat komunikasi dengan kader-kader partai di bawah, sekaligus meningkatkan intensitas komunikasi kepada rakyat.



“ Rakyat harus diberitahu apa yang diperjuangkan Partai Politik dan Presiden. Apabila sejalan dengan harapan rakyat, maka dia secara sadar akan memilih,” kata Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar ini. 



Menurutnya, hal inipun sangat berhubungan dengan kemenangan Golkar. Selain meningkatkan intensitas komunikasi, para kader Golkar harus mencari cara agar rakyat yakin bahwa apa yang diperjuangkan Golkar sejalan dengan keinginan rakyat.


“Bukti-bukti apa yang menunjukkan perjuangan Golkar, itu yang harus ditunjukkan. Inilah yang namanya pendidikan politik dan politik harus memperhatikan hak-hak rakyat,” ujarnya. 



Ia menjelaskan yang dimaksudkan hak politik warga itu diantaranya, hak mendapatkan kesempatan untuk ambil bagian dalam kehidupan politik, termasuk kesempatan warga untuk melakukan pilihan-polihan politiknya, hak untuk mendapatkan pekerjaan yang layak harus diberikan dan hak mendapatkan  pendidikan sebaik-baiknya sebagai bekal kedepan. 



Disamping itu juga ada hak untuk melakukan ibadah sesuai keyakinan dan kepercayaan. Seluruh warga Indonesia harus diberikan kesempatan beribadah, karena kita adalah masyarakat yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa.



“Warga harus menggunakan hak politik secara bebas dan tidak ada paksaan. Biarkan warga menentukan pilihannya masing-masing,” tambahnya.


Sementara ketua penyelenggara kegiatan, Erwin Ricardo yang juga Caleg DPR RI Partai Golkar nomor urut 2 dari Dapil Jakarta-1 (Jakarta Timur),  mengatakan dari perspektif substansi demokrasi, partai politik sejatinya merupakan pilar utama kehidupan demokrasi yang memiliki tugas pokok dan fungsi sebagai pilar demokrasi.


 “Melalui parpol,  proses demokrasi bergulir sebagai manifestasi dari penegakan kedaulatan rakyat.  Jadi, tupoksi parpol bermuara pada ikhtiar memperkuat posisi warga negara  sebagai pemegang kedaulatan tertinggi," katanya. 


Penulis : Benjamin Tukan 
               (tukanben@gmail.com) 



Tidak ada komentar