BreakingNews

Deklarasi Masyarakat Peduli Sampah, "Suatu Saat Ruteng Jadi Kota yang Indah"

Masyrakat sedang membersihkan pasar inpres Ruteng


JURNALTIMUR.COM,- Setelah mendapat julukan sebagai salah satu kota kecil terkotor di Indonesia, kini kota Ruteng ibu kota kabupaten Manggarai,  Provinsi Nusa Tenggara Timur  mulai mendapat perhatian serius. 


Gerakan Masyarakat Peduli Sampah (GMPS) menggandeng Pemerintah Daerah ,DPRD, TNI/Polri, para pedagang, LSM , Ormas, BUMD, BUMS, mahasiswa, pelajar,guru ,dosen dan masyarakat menyelenggarakan deklarasi perangi sampah. Kegiatan deklarasi berlangsung di lapangan Motang Rua Ruteng, Jumat 25 Januari 2019 dan  dilanjutkan dengan kegiatan kebersihan  kota mulai dari pasar  Inpres Ruteng  dan pertokoan. 


Pantauan JURNALTIMUR meskipun kota Ruteng diguyur hujan tidak menyurutkan semangat dari ribuan warga yang hadir dalam deklarasi tersebut. 


Sebagai masyarakat yang cinta kota Ruteng GMPS tidak mau lengah dengan predikat kota kecil terkotor  berdasarkan program Adipura periode 2017-2018 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.


Bagi GMPS, rilis yang dikeluarkan KLHK tersebut merupakan titik awal membangun kesadaran bersama untuk memerangi sampah di Kota Ruteng. Forum yang dirintis secara spontanitas dari beberapa pihak di Ruteng itu kemudian mendeklarasikan secara besar-besaran untuk memerangi sampah.


Koordinator aksi dari GMPS, Tiransius Kamilius Otwin Wisang mengajak masyarakat untuk memerangi sampah secara bersama-sama agar suatu saat Ruteng menjadi kota yang indah dan asri.


Menurut Otwin, Ruteng haruslah dipandang sebagai rumah bersama. Kebersihannya pun tetap menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.


“GMPS Ruteng adalah forum non partisan, bukan politik. Ini murni lahir secara spontanitas menyikapi rilis KLHK. Kami mengajak semua pihak agar bersama-sama memerangi sampah di Kota Ruteng ini,” ajak Otwin.


Menurut dia, wajah Kota Ruteng adalah wajah semua komponen warga. Karena itu, untuk memerangi sampah butuh keterlibatan semua pihak.


“Jika setiap warga bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkannya, maka tentu lebih mudah dalam penanganan persoalan sampah,” katanya.


Otwin mengharapkan gerakan bersama ini dapat saling menguatkan dan mengingatkan untuk bersama-sama mencari solusi di balik masalah sampah di Kota Ruteng.


Dikatakanya,Kegiatan ini akan tidak berhenti dan terus  berkelanjutan " besok kita akan bagikan karung gratis kepada para pedagang di pasar "katanya


Ini merupakan tahap pertama dari GMPS untuk lebih fokus perangi sampah di pasar Inpres Ruteng. "Kita fokus kebersihan pasar Inpres dulu, agar terus menjadi perhatian. Nanti di pasar Ruteng kita bangun tempat nongkrong bersama memerangi sampah," tandas Otwin


Sementara Bupati Manggarai Deno Kamelus dalam sambutannya menjelaskan tema prestasi bangsa yakni, “kerja kita, prestasi bangsa”. Menurut Bupati, tema ini sangat relevan dengan deklarasi memerangi sampah yang diinisiasi oleh GMPS tersebut.


“Kalau kita mau berprestasi, maka kita harus bekerja. Segala sesuatu saya yakin, bisa diselesaikan kalau ada kerja sama yang baik di antara kita semua,” ujar Deno di hadapan ribuan orang yang datang di Lapangan Motang Rua-Ruteng.


Bupati Deno  juga menyampaikan terima kasih karena akhir-akhir ini banyak pihak yang memberikan saran kepadanya. Itu terutama saran berkaitan dengan menata Kota Ruteng menjadi bersih.


“Antara lain (saran orang), Pak Bupati jangan lagi pakai perasaan untuk menangkap, memproses, memmenjarakan orang yang buang sampah sembarang. Saya bilang oke, itu deklarasi kita ya, kita akan buat deklarasi itu hari ini di sini,” tandasnya.


Bupati Deno juga menyampaikan terima kasih khusus kepada GMPS karena telah berinisiasi kegiatan deklarasi memerangi sampah di Kota Ruteng.


Setelah Bupati Deno menyampaikan sambutan, dilanjutkan   kegiataan penandatanganan dokumen dan baliho deklarasi memerangi sampah di Kota Ruteng Ruteng. (Rony)

Tidak ada komentar