HALSEL, (Jurnal Timur) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat menyusul meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Meski terjadi peningkatan kasus, sebagian besar pasien yang ditangani sejauh ini belum memerlukan perawatan lanjutan. Namun, masyarakat tetap diminta menerapkan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap.

Kepala Dinas Kesehatan Halsel, Asia Hasyim, SKM., M.Kes., mengatakan upaya antisipasi dilakukan melalui edukasi kesehatan kepada masyarakat serta penguatan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, terutama puskesmas.

Ia mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya ketika kualitas udara menurun akibat kabut asap.

“Kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi anak-anak, ibu hamil, lansia (lanjut usia), serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan seperti asma,” ungkap Asia kepada media ini saat ditemui di Kantor Bupati Halsel, Senin (26/10/2026).

Selain mengedukasi masyarakat, Dinkes Halsel meminta seluruh puskesmas memastikan ketersediaan obat-obatan untuk menangani pasien ISPA. Kesiapan sarana pendukung medis, termasuk tabung oksigen, juga menjadi perhatian guna mengantisipasi pasien yang membutuhkan penanganan darurat.

Menurut Asia, ketersediaan oksigen tetap penting meskipun tidak semua pasien ISPA memerlukan bantuan tersebut. Karena itu, setiap puskesmas diharapkan memiliki cadangan oksigen untuk menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan segera.

“Ketersediaan oksigen di puskesmas tetap diperlukan meskipun tidak semua pasien ISPA membutuhkannya. Setiap puskesmas wajib memiliki cadangan tabung oksigen untuk mengantisipasi kondisi yang memerlukan penanganan segera,” jelasnya.

Ia menambahkan, pasien yang mengalami kondisi serius atau membutuhkan pelayanan medis lebih lanjut harus segera dirujuk ke rumah sakit agar memperoleh penanganan sesuai kebutuhan.

“Peningkatan kasus ISPA tidak serta-merta disebabkan oleh kabut asap. Penyakit tersebut juga dapat dipicu oleh infeksi virus maupun faktor lain yang memengaruhi saluran pernapasan,” ujarnya.

Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap menjaga kesehatan, membatasi paparan asap, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan.

“Langkah pencegahan yang disertai kesiapan tenaga kesehatan, obat-obatan, dan sarana medis diharapkan dapat membantu menekan risiko gangguan kesehatan masyarakat selama kondisi kabut asap,” pungkasnya.

Penulis: RI