HALSEL – Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H, Da’i binaan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) mulai tancap gas menjalankan program keagamaan. Salah satu agenda utama bulan ini adalah Safari Ramadhan yang menyasar seluruh desa di wilayah Kecamatan Bacan Selatan.

Rangkaian kegiatan resmi dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026, bertempat di Masjid Nurul Yaqin, Desa Mandaong. Acara perdana ini dihadiri langsung oleh Camat Bacan Selatan, Nasrudin Hasan, SE, beserta jajaran staf kecamatan, menunjukkan sinergi yang kuat antara ulama dan pemerintah (Umaro).

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan shalat Isya dan Tarawih berjamaah. Puncak acara diisi dengan kultum atau ceramah singkat yang disampaikan oleh Ust. Didin Samsudin, S.Pd.I, selaku Dai PMBN Kecamatan Bacan Selatan.

“Kami berharap melalui Safari Ramadhan ini, silaturahmi antara pemerintah, dai, dan masyarakat semakin erat, sekaligus menjadi sarana pemerataan ilmu agama,” ujar Ustad Didin dalam ceramahnya.

Foto Bersama (istimewa)

Program ini mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Desa Mandaong serta pengurus Badan Syara Masjid Nurul Yaqin. Masyarakat setempat terlihat sangat antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai. Bagi warga, kehadiran Dai PMBN memberikan “siraman rohani” yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas ibadah sesuai tuntunan syariat Islam selama bulan puasa.

Rencananya, Safari Ramadhan ini akan terus berlanjut secara bergilir di 19 masjid dan 10 mushalla yang tersebar di seluruh Kecamatan Bacan Selatan selama sebulan penuh.

Sebagai informasi, para Dai yang dikontrak oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan memiliki tanggung jawab besar yang terbagi dalam tiga pilar utama pembinaan:

  1. Da’i PMBN [Pembinaan Masyarakat Berbasis Nilai iman] sasarannya membina masyarakat terutama ke Majelis Talim, Remaja Mesjid dan TPQ.
  2. Da’i PABN [Pembinaan Aparatur Berbasis Nilai] sasarannya membina para pegawai baik di lingkungan kantor camat, Desa dan Sekolah.
  3. Da’i PSBN [Pembinaan Siswa Berbasis Nilai] sasarannya yaitu pembinaan kepada para siswa/i di sekolah yang bekerja sama dengan guru Agama di setiap sekolah.

Dengan adanya kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan nilai-nilai religiusitas dapat tertanam kuat tidak hanya di lingkungan masyarakat umum, tetapi juga di lingkup birokrasi dan pendidikan di Halmahera Selatan (*)