HALSEL – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan memastikan stok bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tersebut dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idulfitri. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Perindakop) Halmahera Selatan, Ardiani Radjilun, usai melakukan pemantauan bersama tim gabungan.
Ardiani menjelaskan, sejak awal pihaknya bersama Sekretaris Daerah dan tim gabungan telah melakukan pengecekan langsung ke sejumlah toko, distributor, hingga gudang penyimpanan yang berada di wilayah Halmahera Selatan.
“Dari awal kami sudah turun bersama Pak Sekda dan tim gabungan, bukan hanya ke toko-toko tetapi juga ke distributor dan gudang-gudang distributor yang ada di dalam kota,” ujarnya.
Ia mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki dinas, saat ini terdapat sekitar 15 distributor yang memasok kebutuhan bahan pokok di Halmahera Selatan. Distribusi tersebut juga didukung program tol laut yang membantu pengiriman barang ke beberapa wilayah.
Distribusi bahan pokok tersebut dibagi ke sejumlah wilayah seperti Obi, Bacan, dan Gane agar penyaluran dapat menjangkau seluruh masyarakat.
“Dengan sistem distribusi yang ada dan dukungan tol laut, insya Allah sampai Lebaran stok sembako di Halmahera Selatan aman,” katanya.
Selain bahan pokok, pemerintah daerah juga memastikan distribusi BBM berjalan lancar. Menurut Hardiani, pemerintah daerah telah mengajukan permintaan tambahan pasokan BBM kepada pihak Pertamina untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat.
Permintaan tambahan tersebut ditujukan terutama untuk wilayah dengan jumlah penduduk besar serta banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kami sudah menyurat ke Pertamina untuk meminta tambahan pasokan karena kebutuhan meningkat. Penyalurannya juga diprioritaskan ke desa-desa dengan jumlah penduduk yang besar dan banyak pelaku UMKM,” jelasnya.
Tambahan pasokan BBM yang berhasil direalisasikan mencapai 65 ton dan didistribusikan ke sejumlah wilayah di Halmahera Selatan dengan sistem pembagian per zona, seperti wilayah Makian-Kayoa, Gane, dan Bacan.
Hardiani menambahkan, distribusi BBM tambahan tersebut mulai dilakukan pada 10 Maret 2026 melalui tiga agen yang telah ditunjuk.
“Untuk agen, Mitama mendapat 15 ton, Sinergy 25 ton, dan Babang Raya 25 ton. Jadi totalnya 65 ton dan mulai didistribusikan hari ini,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penjualan BBM dan minyak tanah kepada masyarakat harus mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah melalui Keputusan Bupati Halmahera Selatan Nomor 184 Tahun 2022.
“Setiap wilayah sudah memiliki SK terkait HET, sehingga harga di lapangan harus mengikuti ketentuan tersebut,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga akan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi bahan pokok maupun BBM agar tetap stabil dan tidak terjadi lonjakan harga menjelang Hari Raya Idulfitri.
Penulis: Pndi

