HALSEL – Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muchsin, meminta seluruh aparatur pemerintah meningkatkan kepedulian terhadap persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih terjadi di tengah masyarakat.

Helmi menilai penanganan persoalan tersebut tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum setelah kasus terjadi. Upaya pencegahan harus diperkuat melalui keterlibatan pemerintah, keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan dan pemerintah desa.

“Persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak harus menjadi perhatian kita bersama. Jangan hanya bergerak setelah kasus terjadi, tetapi bagaimana kita mencegahnya sejak awal,” kata Helmi saat memimpin Apel Gabungan ASN Pemkab Halsel di Lapangan Apel Kantor Bupati, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, budaya patriarki, minimnya pemahaman hukum, tingkat pendidikan serta perkembangan teknologi menjadi sejumlah faktor yang perlu diantisipasi dalam upaya perlindungan perempuan dan anak.

Karena itu, Helmi meminta ASN tidak bersikap pasif ketika menemukan persoalan sosial di lingkungan masyarakat.

“Kalau ada persoalan yang ditemukan di masyarakat, jangan dibiarkan. Laporkan, lakukan pendampingan dan koordinasikan dengan pihak yang berwenang,” tegasnya.

Ia menekankan, penanganan kasus harus dilakukan secara terpadu, mulai dari pencegahan, pendampingan terhadap korban, penegakan hukum hingga pendekatan melalui kearifan lokal (***)

 

Penulis: RL