HALSEL – Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, resmi membuka Turnamen Pemuda Cup I Desa Bajo 2026 di Desa Bajo, Kecamatan Kayoa, Minggu (30/8/2026).

Turnamen yang digagas pemuda dan pemudi Desa Bajo tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga dirancang sebagai wadah penggalangan dana untuk mendukung pembangunan dua rumah ibadah, yakni Masjid Al-Jihad dan Masjid Baiturrahman.

Ketua Panitia Pemuda Cup I, Bahar M. Sangaji, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari kepedulian generasi muda terhadap kondisi dan kebutuhan pembangunan kedua masjid di Desa Bajo.

Menurut Bahar, keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan maupun perbaikan fasilitas rumah ibadah. Kondisi itu mendorong pemuda desa mencari alternatif untuk membantu menambah sumber pendanaan.

“Kami berpikir dana ADD tidak cukup untuk membangun atau memperbaiki masjid. Oleh karena itu, pemuda dan pemudi berinisiatif menggelar perhelatan ini agar dana yang kami miliki bisa bertambah,” ujar Bahar dalam laporannya.

Ia menjelaskan, hasil yang diperoleh dari pelaksanaan turnamen akan dialokasikan untuk membantu memenuhi sejumlah kebutuhan pembangunan yang dinilai mendesak di kedua masjid tersebut.

Selain itu, Bahar mengajak seluruh peserta dan atlet yang ambil bagian dalam kompetisi untuk menjaga sportivitas dan menjunjung tinggi kejujuran selama pertandingan.

Menurutnya, turnamen tidak boleh hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi harus menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat.

Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba mengapresiasi inisiatif pemuda Desa Bajo yang mampu memadukan olahraga dengan kegiatan sosial dan keagamaan.
Bassam menilai kegiatan tersebut menunjukkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan sosial sekaligus keberadaan rumah ibadah di desa.

“Turnamen ini tidak hanya menjadi wadah silaturahmi dan tempat mengasah bakat olahraga, tetapi juga niat mulia untuk membangun dan mempercantik rumah Allah. Ini menunjukkan bahwa pemuda-pemudi di Desa Bajo memiliki komitmen dan kesadaran tinggi dalam menjaga serta memakmurkan tempat ibadah,” kata Bassam.

Ia menegaskan pemerintah daerah mendukung berbagai kegiatan kepemudaan dan pengembangan olahraga, termasuk pembinaan talenta sepak bola maupun cabang olahraga lainnya di Kecamatan Kayoa.

Bassam berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari proses pembinaan generasi muda sehingga potensi olahraga di Desa Bajo dan Kecamatan Kayoa dapat terus berkembang dan mampu bersaing pada tingkat yang lebih tinggi.

Namun, ia mengingatkan bahwa pembangunan masjid tidak cukup hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik. Menurutnya, masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk menghidupkan dan memakmurkan masjid melalui kegiatan keagamaan serta pelaksanaan ibadah.

“Selain sukses menggelar turnamen dan membangun fisik masjid, yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita semua memakmurkan masjid dengan ibadah, terutama salat lima waktu,” ujarnya.

Pemuda Cup I Desa Bajo 2026 mempertandingkan sejumlah cabang olahraga dengan kategori peserta yang beragam.

Pada cabang futsal, panitia membuka kompetisi untuk kategori umum, SMA/SMK, SMP, hingga sekolah dasar. Selain futsal, terdapat pertandingan bola voli putra dan putri kategori umum serta pertandingan domino.

Keberagaman kategori tersebut diharapkan dapat membuka ruang partisipasi bagi masyarakat dari berbagai kelompok usia, sekaligus menjadi sarana pembinaan bagi pelajar yang memiliki bakat di bidang olahraga.

Secara teknis, pertandingan futsal dan bola voli menggunakan sistem setengah kompetisi. Setiap tim akan memperoleh kesempatan bertanding sebelum memasuki tahapan kompetisi berikutnya.

Seluruh pertandingan dijadwalkan berlangsung pada sore hingga malam hari. Pengaturan waktu tersebut diharapkan memberi kesempatan kepada masyarakat untuk hadir menyaksikan sekaligus memberikan dukungan kepada tim peserta.

Bagi pemuda Desa Bajo, Pemuda Cup I bukan sekadar pertandingan olahraga. Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, gotong royong, pembinaan generasi muda, sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap pembangunan fasilitas keagamaan.

Melalui turnamen tersebut, pemuda Desa Bajo ingin membuktikan bahwa olahraga dapat menjadi medium untuk menggalang solidaritas dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.

Panitia berharap Pemuda Cup I dapat menjadi agenda yang berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang. Selain melahirkan dan membina talenta olahraga, kegiatan serupa diharapkan mampu terus memperkuat semangat persaudaraan serta kepedulian sosial masyarakat Desa Bajo.(Rd)