HALSEL – Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Hasan Ali Bassam Kasuba, dan Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di halaman Kodim 1509/Labuha, Senin (5/10/2026).
Upacara dipimpin Komandan Kodim (Dandim) 1509/Labuha, Letkol Inf. Syamsul, S.I.P., serta dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Halsel.
Dalam kesempatan tersebut, Dandim membacakan amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Amanat itu menyoroti pentingnya peningkatan profesionalisme prajurit, kesiapan menghadapi perkembangan ancaman, serta penguatan kerja sama antara TNI, pemerintah, dan masyarakat.
Peringatan HUT ke-81 TNI tahun ini mengangkat tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.” Tema tersebut menggambarkan pentingnya kedekatan TNI dengan rakyat sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan sekaligus mendukung pembangunan nasional.
Panglima TNI dalam amanatnya menyampaikan penghargaan kepada seluruh prajurit dan ASN TNI yang selama ini menjalankan tugas dengan dedikasi, loyalitas, kerja keras, dan pengabdian kepada negara.
Kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap institusi TNI, menurutnya, merupakan hasil dari pengabdian yang harus terus dipelihara. Kepercayaan itu juga menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab yang harus dijaga oleh setiap prajurit.
Di tengah penguatan organisasi, baik melalui peningkatan kesejahteraan prajurit dan ASN maupun modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), Panglima TNI menilai peningkatan kemampuan personel harus tetap menjadi prioritas.
“Seiring dengan upaya penguatan TNI, baik melalui peningkatan kesejahteraan prajurit dan ASN maupun modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), peningkatan kompetensi dan profesionalisme harus menjadi perhatian utama,” demikian amanat Panglima TNI yang dibacakan Dandim.
Menurutnya, modernisasi dan peningkatan sumber daya harus berjalan beriringan dengan kesiapan prajurit. Hal itu penting agar seluruh fasilitas dan sumber daya yang dipercayakan kepada TNI dapat digunakan secara optimal serta dipertanggungjawabkan.
Panglima TNI juga mengingatkan prajurit terhadap perubahan lingkungan strategis, ketidakpastian global, perkembangan ruang informasi, hingga berbagai potensi ancaman terhadap keutuhan wilayah Indonesia.
Karena itu, momentum HUT ke-81 TNI diharapkan dapat memperkuat tekad prajurit dalam menjaga persatuan, menegakkan kedaulatan, dan melindungi kekayaan Nusantara.
Dalam amanat tersebut, Panglima TNI turut memperkenalkan lima nilai yang menjadi pedoman pengabdian prajurit, yakni Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif (PRIMA).
Nilai profesional menuntut prajurit menguasai tugas dan tanggung jawab, meningkatkan kemampuan melalui latihan, serta menjalankan tugas berdasarkan hukum dan integritas.
Sementara responsif berarti prajurit harus mampu membaca perubahan lingkungan, mengenali potensi ancaman sejak dini, dan mengambil tindakan secara cepat serta terukur ketika negara maupun masyarakat membutuhkan.
“Integratif menekankan pentingnya membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa untuk menjaga stabilitas, mengawal pembangunan, dan mendukung kemajuan Indonesia,” imbuhnya.
Adapun nilai modern mengharuskan prajurit menguasai alutsista dan teknologi pertahanan yang menjadi tanggung jawabnya. Sedangkan adaptif menuntut TNI terus melakukan inovasi dan menyesuaikan doktrin, pendidikan, latihan, serta kemampuan dengan perkembangan ancaman.
Panglima TNI berharap nilai PRIMA tidak sekadar menjadi slogan, tetapi diterapkan secara konsisten dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.
Peringatan HUT ke-81 TNI tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat pengabdian prajurit kepada bangsa dan negara serta mempertahankan kepercayaan masyarakat demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Penulis: RI



