HALSEL – Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Hasan Ali Bassam Kasuba, mendorong aparatur sipil negara (ASN) mengubah pola pikir dan cara kerja dalam menghadapi keterbatasan anggaran pemerintah daerah.

Pesan tersebut disampaikan Bassam saat memimpin apel gabungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halsel di Lapangan Kantor Bupati Halsel, Senin (28/9/2026).

Bassam mengatakan, kondisi fiskal daerah menuntut seluruh aparatur untuk bekerja lebih efektif, efisien, dan kreatif. Keterbatasan anggaran, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kita dituntut untuk mampu bekerja secara efektif dan efisien, serta mengkreasikan tugas atau pekerjaan yang kita miliki agar bisa memberikan dampak yang sama dengan input yang berbeda, tetapi dengan output atau outcome yang lebih baik,” kata Bassam.

Ia meminta ASN tidak hanya berorientasi pada apa yang diperoleh dari organisasi, tetapi juga memikirkan kontribusi yang dapat diberikan kepada pemerintah dan masyarakat.

“Jangan berpikir apa dulu yang saya dapatkan sebelum saya memberikan sesuatu kepada instansi atau masyarakat yang kita layani. Mari kita ubah mindset,” ujarnya.

Bassam menegaskan, Pemkab Halsel tetap berkomitmen memperjuangkan hak-hak ASN. Namun, komitmen tersebut perlu diiringi peningkatan kinerja, integritas, dan kualitas pelayanan publik.

“Dari awal saya sudah menyampaikan komitmen bahwa kita semua akan berupaya supaya apa yang menjadi hak kita tetap kita dapatkan. Tetapi sekali lagi, saya berharap kita ubah cara berpikir kita,” katanya.

Ia juga mengajak ASN membangun mentalitas untuk lebih banyak memberi kontribusi daripada menuntut hak, serta menghindari tindakan yang bertentangan dengan ketentuan.

“Biasakan tangan di atas, bukan tangan di bawah. Supaya kemudian kita terhindar dari perbuatan-perbuatan yang tidak kita inginkan dan mampu memberikan pelayanan terbaik,” tegasnya.

Menurut Bassam, efisiensi anggaran harus dibarengi kemampuan aparatur dalam mengelola program secara kreatif. Besarnya anggaran tidak selalu berbanding lurus dengan manfaat yang diterima masyarakat apabila tidak dikelola secara tepat.

“Kalau kita mampu mengkreasikan alokasi anggaran yang minim tetapi berdampak, saya yakin dan percaya, walaupun dalam situasi seperti ini kita mampu memberikan yang terbaik untuk negeri yang kita cintai,” pungkasnya.

Penulis: RI